11 Hari Pelarian Suami Usai Pukuli Istri Gegara Gaji

beritaindonesiaterkini.net — Pelarian DPH (41), suami yang diduga telah memukuli istrinya itu di Rokan Hulu, Pekanbaru, Riau ini akhirnya berakhir. DPH tersebut menyerahkan diri setelah 11 hari melarikan diri.

DPH yang sebelumnya menjadi incaran polisi setelah istrinya ML melaporkan ke polisi. Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting mengatakan bahwa DPH yang kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani proses hukum.

“Polisi telah melakukan penyelidikan dan penggalangan terhadap keluarga pelaku agar membujuk pelaku segera menyerahkan diri dan akhirnya, Kamis (10/6) sekitar pukul 08.00 WIB, salah seorang anggota keluarga pelaku mengatakan bahwa pelaku ingin menyerahkan diri. Mendapat informasi tersebut, tim kemudian datang ke rumah pelaku,” ujarnya.

Cerita ini berawal, ketika ML melapor ke polisi karena dia mendapatkan KDRT dari suaminua. DPH tega memukul istrinya diduga karena meminta uang gaji.

Pejabat Humas Polres Rohul Ipda Ferry menjelaskan laporan diterima pada Selasa, 02 Juni 2020, di Mapolres Rohul. Dengan pelaporan tersebut, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini akan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Korban saat melapor ke polisi didampingi Dinas Sosial Pemkab Rohul. Korban yang berinisial M (35) ini adalah warga Perumahan Afdeling I PT SAMS, Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam.

Di kasus ini terungkap setelah beredarnya video yang diunggah oleh anak pasutri itu di media sosial.

Dalam video ini terlihat dengan jelas pria yang diduga suaminya itu memukul wanita yang tak lain adalah istrinya. Setelah memukul wajah, sang suami yang terlihat membanting istrinya ke dinding rumah sampai tersungkur ke lantai.

“Kejadian yang menyebar di medsos itu benar. Video itu sengaja direkam anaknya karena merasa kesal kepada bapaknya yang diduga tak memberikan gaji kepada istrinya,” kata Ferry.

Ferry menjelaskan pihak Polsek Kunto Darussalam telah mendatangi rumah korban pada 1 Juni 2020. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (30/05/2020).

Keluarga asal Nias, Sumatera Utara ini berada di area lingkungan perumahan perkebunan sawit PT SAMS.

“Korban inisial M (35) dan suaminya inisial DP (40), karyawan perusahaan,” kata Ferry.

Pertengkaran istri dan suami ini, sambung Ferry, berawal dari istrinya yang meminta uang gaji sekitar pukul 06.50 WIB. Tapi suaminya tak terima saat istrinya minta uang gaji dan langsung emosional.

“Karena suaminya marah, korban siap-siap berangkat kerja memupuk di area perkebunan perusahaan. Kemudian korban minta tolong kepada mandornya inisial H untuk menumpang ke lokasi karena korban tak memiliki sepeda motor,” kata Ferry.

Suami semakin marah, sambungnya, karena tahu istrinya akan diboncengkan oleh mandornya. Suaminya emosional dan memaki istrinya.

“Bukan pergi memupuk, kau, tapi me***te kau sama mandormu,” kata suami korban seperti disampaikan Ferry.

“Selanjutnya terlapor memukul pipi sebelah kiri korban dengan menggunakan tangan dan membanting korban ke dinding rumah,” kata Ferry.

Leave a Comment