Antibodi Virus Corona Telah Ditemukan

Para peneliti di Universitas Utrecht, Pusat Medis Erasmus dan Harbour BioMed (HBM) mengumumkan bahwa telah menemukan antibodi monoklonal manusia untuk mencegah Virus Corona (Covid-19).

Penemuan yang diterbitkan Nature Communications ini adalah langkah awal menuju pengembangan antibodi manusia sepenuhnya untuk mengobati atau mencegah penyakit Covid-19.

“Penelitian ini dibangun berdasarkan kerja yang dilakukan kelompok kami di masa lalu pada antibodi yang menargetkan SARS-CoV yang muncul pada 2002/2003,” kata Berend-Jan Bosch, Associate Professor, pemimpin penelitian di Universitas Utrecht, dan penulis utama dari studi Komunikasi Alam.

Menggunakan kumpulan antibodi SARS-CoV, mereka mengidentifikasi antibodi yang juga menetralkan infeksi SARS-CoV-2 dalam sel yang dikultur.

“Antibodi penetralisasi seperti itu berpotensi mengubah arah infeksi pada inang yang terinfeksi, mendukung pembersihan virus, atau melindungi individu yang tidak terinfeksi atau terpapar virus corona,” ujar Bosch, pada Kamis (07/05/2020).

Petugas laboratorium menguji sampel dari orang yang akan diuji untuk virus corona di sebuah laboratorium di Shenyang, China, pada Rabu (12/02/2020). WHO yang kini tak lagi menyebutkan virus yang merebak di China sebagai Virus Corona Baru.

Bosch mencatat bahwa antibodi terikat dengan domain yang dikonservasi dalam SARS-CoV dan SARS-CoV-2, menjelaskan kemampuan untuk menetralkan kedua virus tersebut.

“Fitur antibodi yang menetralkan kedua virus itu sangat menarik dan menunjukkan kemungkinan memiliki potensi dalam mitigasi penyakit yang disebabkan oleh coronavirus terkait yang muncul di masa depan,” paparnya.

Antibodi monoklonal telah berhasil menetralkan SARS-CoV-2 dalam percobaan pada tikus. Antibodi yang disebut 47D11 yang mampu menghancurkan SARS -CoV dan SARS-CoV-2.

Dokter memeriksa kondisi pasien yang kritis virus corona atau Covid-19 di Rumah Sakit Jinyintan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada Kamis (13/02/2020). China juga sudah melaporkan 254 kematian baru dan lonjakan kasus virus corona sebanyak 15.152.

Sementara, Profesor Frank Grosveld dari Erasmus Medical Centre di Rotterdam mengatakan bahwa penemuan ini memberikan dasar yang kuat untuk penelitian tambahan untuk mengkarakterisasi antibodi dan memulai pengembangan sebagai pengobatan Covid-19 yang lebih potensial.

Antibodi terapi konvensional pertama kali dikembangkan pada spesies lain dan kemudian harus menjalani langkah tambahan untuk memanusiakan mereka.

Antibodi tersebut dihasilkan dengan menggunakan teknologi yang dikembangkan Harbour BioMed di Massachusetts.

Leave a Comment