Ayah Perkosa Anak Kandung Berkali-kali, Terbongkar Saat Korban Melapor ke Ibunya

Seorang ayah di Sumatera Selatan berinisial HR (31), warga yang tinggal di Kawasan Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri yang berinisial R (10).

Kasus ini diungkap setelah korban yang memberitahu kepada ibunya langsung yang berinisial Y bahwa dia yang mengalami sakit dan pendarahan dibagian intimnya. Mendengar hal itu, ibunya langsung membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Rahmad Hidayat mengatakan, tersangka ditangkap petugas saat mengantarkan anaknya ke rumah sakit karena mengalami pendarahan.

“Saat korban dibawa ke RSUD Rupit, bapaknya atau pelaku ikut mengantar, saat itulah anggota kami menangkap tersangka,” kata Rahmad.

Dari hasil pemeriksaan, terduga pelaku yang mengakui bahwa benar telah melakukan persetubuhan terhadap anaknya itu.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui perbuatannya,” ujarnya.

Rahmad mengatakan, awal kejadian ini saat istrinya sedang pergi bekerja. Melihat situasi sepi, timbullah niat jahat pelaku untuk memperkosa anaknya sendiri. HR yang memaksa anaknya untuk masuk ke kamar dan membujuk anaknya agar menuruti kemauan nafsunya.

Awalnya permintaan itu sempat ditolak oleh korban, namun sikap pelaku yang terus memaksa.

“Sampai perbuatan itu dilakukan enam kali di waktu berbeda,” kata Rahmad.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku tega melakukan perbuatan tersebut karena kesal kepada istrinya yang tidak mau melayaninya.

“Sehingga dengan sengaja memperkosa anak kandungnya,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak Pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Tersangka akan dikenakan undang-undang tentang perlindungan anak di bawah umur dengan tuntutan 15 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara, Ketua Koordinator P2TP2A Muratara, Rudi Hartono mengecam keras kasus kekerasan seksual dengan korban anak di bawah umur tersebut. Karena itu, P2TP2A Muratara akan memberikan pendampingan kepada korban, baik secara hukum, kesahatan medis maupun psikologisnya.

“Kami akan mendampingi korban, baik itu secara hukum maupun pemulihan psikologinya,” kata Rudi Hartono.

Leave a Comment