Sedih! Seorang Ayah Tiri Perkosa Anaknya Sejak Seminggu Menikah dengan Istrinya

beritaindonesiaterkini.net — Nurlaela (40) dan sang anak KS (15) ditemani Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Tasikmalaya untuk melaporkan perilaku sang suami. Pasalnya, ia baru tahu bahwa anak kandungnya telah diperkosa oleh suaminya sejak si anak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kelakuan bejat WWN (41) memang pantas dibayar dengan hukuman yang setimpal, apalagi dirinya yang tega memperkosa gadis yang waktu itu masih berusia 12 tahun saat baru satu minggu menikah dengan istrinya tersebut.

Sebagaimana dilansir dari laman Sindonews.com, pada Sabtu (27/06/2020), kini korban pencabulan telah berusia 15 tahun, ia mengaku telah dicabuli oleh sang ayah tiri sejak tahun 2017 lalu ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tepatnya dirinya itu masih berusia 12 tahun.

Bukan hanya sekali, terhitung sejak 3 tahun lalu tersebut korban telah diperkosa sebanyak dua kali. Dimana aksi bejatnya ini dilakukan ketika istrinya sedang bekerja. Ibu yang tak terima dengan perlakuan suaminya itu lantas melaporkannya ke polisi dan meminta polisi menghukum pelaku dengan hukuman berat.

Peristiwa naas yang dialami oleh si anak ini diketahui seminggu lalu ketika Nurlaela merasa curiga dengan gelagat aneh KS, ia selalu menghindari setiap kali ayah tirinya dirumah. Bahkan, dirinya sempat tak berani pulang kerumah demi bisa menghindari ayah tirinya.

Miris! Ayah Perkosa Anak Tiri Sejak Seminggu Menikah dengan Istrinya
Miris! Ayah Perkosa Anak Tiri Sejak Seminggu Menikah dengan Istrinya

Ibu korban yang merasa curiga itu pun lalu bertanya kepada sang anak mengapa ia selalu menghindari ayah tirinya. Kemudian korban mengaku bahwa ia telah diperkosa pelaku, bahkan sejak baru seminggu menikah dengan ibunya tersebut. Pemerkosaan terjadi saat Nurlaela berangkat ke tempat kerja peternakan telur ayam waktu subuh.

Korban yang saat itu masih polos dan belum paham apa yang dialami oleh dirinya itu merupakan pelecehan seksual. Hal ini membuat pelaku melakukan aksinya dengan lancar sampai dua kali, hingga akhirnya saat menginjak usia remaja korban mulai mengerti bahwa dirinya menjadi korban dalam pemerkosaan tersebut. Korban putus sekolah dan hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 7 SMP.

Setelah sang anak mengaku diperkosa oleh si pelaku, Nurlaela kemudian menanyakan kebenarannya pada suaminya. Ternyata si pelaku mengakui perbuatannya itu, hal tersebut membuat ibu korban sangat marah dan tak menerima karena suaminya sendiri justru menghancurkan masa depan anaknya.

“Oleh karena itu, saya berharap kepada pihak kepolisian dengan segera bertindak cepat untuk memproses kasus tersebut ke ranah hukum. Saya berharap pelaku dihukum dengan setimpal karena perbuatannya itu,” ujar Nurlaela.

Di sisi lain juga, Ato Rinanto yang merupakan Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya mengatakan bahwa pihaknya memang mendapat laporan permohonan pendamingan terhadap korban, sebab korban yang menjadi korban pemerkosaan ayah tirinya.

“Kasus ini terungkap setelah korban mulai remaja dan mau mulai mengerti. Sehingga saat pelaku yang akan kembali melakukan hal serupa pada minggu lalu, korban akhirnya menceritakan apa yang selama ini dialami kepada sang ibu,” tuturnya.

Pihak KPAID akan meneruskan kasus ini ke pihak Satreskrim Polresta Tasikmalaya dan memberikan pendampingan hukum kepada korban. Korban juga yang akan dengan segera menjalani visum dirumah sakit Tasikmalaya.

Leave a Comment