Bandel, Dua Panti Pijat Ini Langsung Digerebek

Dua tempat panti pijat yang masih beroperasi di tengah pandemi Virus Corona langsung digrebek oleh Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu.

“Ini tidak boleh dibiarkan, di saat pemerintah genjar-gencarnya melarang orang berkumpul-kumpul ditambah lagi surat edaran, pengusaha ini masih saja bandel membuka usaha panti pijatnya,” tegas Kepala Satpol PP Makassar, Iman Hud, Minggu.

Dua panti pijat itu masing-masing New Valentine dan Pesona di jalan Toddopuli Raya Timur, Kecamatan Panakkukang.

Ia memerintahkan anggotanya agar panti pijat itu segera ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan sampai masa darurat Virus Corona berakhir dan tidak menerima tamu.

Sebab imbauan physical dancing tersendiri tidak berlaku di tempat itu, karena sudah menyentuh tubuh ketika dipijat dan itu sangat rentan penularannya baik dari tamu maupun pekerjanya.

“Semua orang tahu bahwa kami ini sementara berperang melawan virus, malah ambil kesempatan dalam kesempitan masih membuka panti pijat. Kami akan teruskan pelanggaran ini sampai ke tingkat pengadilan,” papar Iman menegaskan.

Penegakan aturan ini yang dilakukan, kata dia bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona di Kota Makassar.

Saat digerebek ditemukannya sejumlah wanita diketahui pekerjanya. Mereka tidak hanya dari Makassar tetapi juga dari Pulau Jawa.

Iman mengemukakan, razia ini akan terus dijalankan dengan melakukan tindakan tegas baik orang-orang yang masih berkumpul maupun pengusaha yang masih membandel membuka usahanya.

Bukan hanya panti pijat, personil Satpol PP juga memaksa pemilik toko Alaska dan Bintang yang menjual elektronik rumah tangga dan asesoris ponsel segera menutup tokonya.

Dua toko ini yang dianggap membandel dan mengotot untuk tetap membuka tokonya dari waktu yang sudah ditentukan yakni pada pukul 12.00 WITA.

“Saya tidak tahu apa di pikiran pengusaha itu. Seharusnya para pengusaha ikut membantu pemerintah dalam kondisi seperti ini bukan malah memanfaatkan kesempatan di tengah darurat korona,” ungkap dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar yang melalui Dinas Pariwisata telah mengeluarkan surat edaran untuk kegiatan usaha wajib ditutup seperti Tempat Hiburan Malam (THM), tempat karaoke, Bar, Cafe, Spa, Panti Pijat, Bola Sodok, Bioskop dan Arena bermain ketangkasan di Mall.

Bukan hanya itu saja, penyelenggara kegiatan dilarang di hotel dan balai pertemuan, pesta perkawinan, akikah dan semacamnya untuk menunda acara sampai batas waktu yang telah ditentukan.

Leave a Comment