Bayar Pijat Plus Pakai Uang Kuliah, Mahasiswa Surabaya Tega Bunuh Terapis dan Bakar Mayatnya!

beritaindonesiaterkini.net — Mahasiswa berinisial YF (20) diamankan petugas usai membunuh seorang terapis pijat plus-plus online di Surabaya, Jawa Timur yang bernama Monik (26) yang ditemukan tewas mengenaskan dalam sebuah kardus di Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (17/05/2020) lalu.

Berdasarkan keterangan polisi, pelaku tega membunuh korban lantaran kecewa sudah ditagih uang terlebih dahulu sebelum mendapatkan servis pijat plus-plus. Lalu, seperti apa kronologi lengkap pembunuhan terapis pijat plus-plus ini?

Dilansir dari Kompas.com, pada Kamis (18/06/2020), kasus pembunuhan sadis ini bermula saat pelaku berkenalan dengan korbna melalui sosial media Twitter. Saat itu, korban yang diketahui menawarkan jasa pijat plus-plus online.

Keduanya juga sepakat untuk bertemu di rumah kontrakan YF di kawasan Lakarsantri pada hari Selasa (16/06/2020) pukul 18.00 WIB.

Transaksi pijat ini pun terjadi, YF membayar korban sebesar Rp 900 ribu yang berasal dari uang SPP kuliahnya. Sekitar 45 menit mendapatkan pijatan, korban ternyata lalu menawarkan layanan jasa plus-plus pada pelaku.

Bayar Pijat Plus Pakai Uang Kuliah, Mahasiswa Surabaya Tega Bunuh Terapis dan Bakar Mayatnya!
Bayar Pijat Plus Pakai Uang Kuliah, Mahasiswa Surabaya Tega Bunuh Terapis dan Bakar Mayatnya!

Namun, keduanya ini cekcok lantaran korban meminta uang tambahan sebelum memberikan servis pijat plus-plus.

“Saya bayar pijat Rp 900 ribu, kemudian dia menawarkan layanan plus-plus,” ucap YF saat konferensi pers di Polrestabes Surabaya.

“Belum sempat bersetubuh, dia minta uang tambahan. Saya nggak mau, tapi korban ngeyel ikut marah,”

Korban yang saat itu tiba-tiba teriak minta tolong membuat pelaku panik sampai akhirnya aksi penusukan itu terjadi.

“Saya panik, ambil pisau lipat langsung menusuk leher korban. Saya takut kegerebek warga,” jelas YF.

Akibat sejumlah tusukan terjadi dibagian leher, akhirnya korban tewas kehabisan darah di rumah kontrakan pelaku.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo lalu menyebutkan bahwa si pelaku sempat membakar mayat korban dengan menggunakan kompor untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

Namun, rencana itu urung dilakukan lantaran takut aksinya malah ikut membakar rumah kontrakan itu. Pelaku akhirnya hanya memasukkan mayat korban ke dalam kardus lemari es.

“Rencananya akan dibakar sampai berabu, tapi karena takut apinya membakar rumah, tersangka kemudian mematikan kompor,”

Mayat korban sendiri memiliki sejumlah luka bakar terutama dibagian kaki. Pelaku yang sudah ketakutan, akhirnya meninggalkan mayat tersebut di rumah kontrakannya.

Bayar Pijat Plus Pakai Uang Kuliah, Mahasiswa Surabaya Tega Bunuh Terapis dan Bakar Mayatnya!
Bayar Pijat Plus Pakai Uang Kuliah, Mahasiswa Surabaya Tega Bunuh Terapis dan Bakar Mayatnya!

Polisi berhasil melacak keberadaan pelaku yang diketahui kabur ke rumah keluarganya di kawasan Ngoro, Mojokerto.

“Keluarga tersangka kooperatif sehingga dapat mengungkap kasus ini lebih cepat,” jelas Hartoyo.

Kasus pembunuhan sadis pada seorang terapis pijat online di Surabaya akhirnya itu terungkap, pelaku adalah seorang mahasiswa.

Sejumlah fakta juga didapatkan dari pelaku yang menggunakan uang SPP kuliahnya agar bisa mendapatkan jasa pijat plus-plus sampai perbuatan kejamnya sampai membakar mayat korban.

Semoga kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua dan pelaku agar diberikan hukuman yang setimpal.

Leave a Comment