Bayi di Pasuruan Meninggal Dunia karena Corona

Seorang bayi perempuan yang berstatus PDP Virus Corona atau Covid-19 di Pasuruan, Jawa Timur meninggal dunia, pada Selasa (28/04/2020) pagi.

“Bayi dari Kecamatan Wonorejo tersebut meninggal di RSUD Lawang pada Selasa (28/04/2020) pagi dengan keluhan demam ditambah kejang, sesak dan kesadaran yang terus menurun,” kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu.

Ia mengatakan, bayi tersebut mulai sakit panas pada hari Kamis (23/04/2020). Sehari kemudian, kedua orangtua bayi perempuan itu memeriksakan anaknya ke bidan desa karena panas tinggi.

“Di hari berikutnya, bayi tersebut dibawa ke salah satu dokter tapi diminta untuk dibawa ke Puskesmas,” katanya.

Akhirnya, sampai pada Senin (27/04/2020) baru dibawa ke Puskesmas Purwosari karena demam disertai adanya kejang-kejang. Namun, karena kondisi yang terus menerus menurun, pihak Puskesmas menyarankan untuk merujuk ke RSUD Bangil, tapi memilih pulang dan membawa bayi tersebut ke RSUD Lawang.

“Setelah meninggal dunia, jenazah bayi tersebut diperlakukan dengan protokol kesehatan layaknya jenazah COVID-19,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa jenazah bayi yang masih berusia 40 hari itu langsung ditangani oleh pihak RSUD Lawang, dan dimakamkan di dekat tempat tinggal almarhumah.

“Hasil rapid kontak erat, baik itu ayah dan ibu bayi semuanya negatif,” katanya.

Dengan meninggalnya 1 PDP dari Wonorejo, maka jumlah PDP Covid-19 di Kabupaten Pasuruan dengan secara keseluruhan menjadi 9 orang yakni 5 orang dengan hasil swab negatif, 3 rapid test positif, dan 1 bayi yang baru meninggal dunia.

Leave a Comment