Bocah 15 Tahun Meninggal Karena Virus Corona menjadi Kasus Pertama..

Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang telah merenggut nyawa lima warga Suku Yanomami, sebuah suku pribumi yang hidup terpencil di pedalaman Hutan Amazone Brasil.

Salah satu korban yang meninggal dunia pertama akibat Virus Corna dari suku Yanomami ialah seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun.

Pemuda itu meninggal dunia pada Kamis (09/04/2020) setelah dirawat di rumah sakit di kota Boa Vista, Ibu kota negara bagian Brasil.

Sebelumnya, saat menunjukkan gejala awal infeksi, remaja itu yang sempat mencoba berobat ke rumah sakit. Namun, tidak mendapatkan perawatan.

Tidak diketahui dengan pasti, mengapa remaja tersebut tertulari penyakit tersebut. Namun, ada kemungkinan remaja itu tertulari karena ada sekitar 10.000 komunitas penambang emas ilegal di dekat Sungai Uraricoera di Brasil Utara, mendirikan sebuah tenda.

Remaja itu sebelumnya juga pernah mengalami sejumlah masalah kesehatan. Laporan Kementerian Kesehatan Penduduk Pribumi Brasil mengatakan, bahwa remaja itu pernah mengalami malnutrisi, anemi  dan malaria.

Namun, belum diketahui apakah masalah kesehatan itu mempeparah infeksi Virus Corona yang dialaminya.

Sejumlah orang juga mempunyai riwayat kontak dengan remaja tersebut, termasuk juga kedua orangtuanya, lima petugas kesehatan pribumi, seorang pilot pesawat dan 70 komunitas suku yang kini menjalani karantina.

Petugas medis yang masih memantau apakah mereka menunjukkan gejala-gejala infeksi Virus Corona.

Menurut Menteri Kesehatan Brasil, Luiz Henrique Mandetta, kasus penularan Covid-19 di komunitas asli Amazon sangat mengkhawatirkan.

Ia bersama dengan pemerintah Brasil yang akan terus meningkatkna tiga kali lipat untuk melindungi suku Amazon.

“Kasus Covid-19 yang dialami bocah itu sangat mengkhawatirkan kami. Kami harus tiga kali lipat kewasapaan untuk melindungi suku asli pendalaman di Amazon terutama yang melakukan kontak fisik,” ujarnya.

Sekedar informasi, Brasil yang memiliki sekitar 850.000 penduduk asli Amazon. Orang-orang ini rentan terhadap penyakit luar, dan gaya hidup mereka di desa-desa suku membuat jarak sosial menjadi sulit untuk dilakukan.

Leave a Comment