COD Handphone, Gadis Ini Malah Diperkosa Paman dan Keponakan

beritaindonesiaterkini.net — Transaksi jual beli dengan sistem Cash Of Delivery (COD) sudah sering terjadi, baik pelanggan mendatangi pemilik (owner) ataupun sebaliknya. Namun, disarankan lebih berhati-hati untuk para remaja perempuan yang sering melakukan transaksi COD ini.

Sebuah kasus yang dialami oleh gadis 16 tahun asal Desa Negararatu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Gadis dibawah umur ini yang berinisial DC dirudapkas oleh seorang lelaki yang hendak membeli ponselnya, dan bahkan pelaku yang melibatkan sang paman untuk melancarkan aksinya.

Dikutip dari Lampost.co, pada Kamis (09/07/2020), awalnya DC (16) menawarkan ponselnya melalui media sosial Facebook. Tak lama kemudian, ada yang melakukan penawaran dengannya dan membuat janji untuk melakukan pembayaran di tempat di Chandra Supermarket, Desa Merakbatin, Kecamatan setempat pada Senin (6/7/2020) sekira pukul 17.00.

Saat sudah bertemu di tempat yang dijanjikan, pelaku malah mengajak korban untuk ke rumahnya dan mengatakan bahwa rekannya akan membeli ponsel milik DC. Dengan modal perkataan, DC ini percaya begitu saja, menurut dan ikut si pelaku untuk kerumahnya.

“Tanpa adanya rasa curiga, korban dibonceng pelaku untuk menuju kediamannya,” ungkap AKP Budi Purnomo selaku Kasubag Humas Polres Lampung Selatan, Kamis (09/07/2020).

Saat sudah ada dirumah di pelaku, ini bukannya langsung melakukan transaksi sesuai perjanjian, korban ini malah diajak ke kebun belakang rumah pelaku. Dia beralasan akan mengambil uang untuk membayar ponsel milik korban.

“Korban diajak ke kebun dengan alasan mengambil uang,” ucapnya.

COD Handphone, Gadis Ini Malah Diperkosa Paman dan Keponakan
COD Handphone, Gadis Ini Malah Diperkosa Paman dan Keponakan

Di kebun tersebut, pelaku kemudian melancarkan aksi bejatnya. Disana telah menunggu paman pelaku yang berinisial JA, yang kini masih menjadi buronan polisi. Pelaku dan pamannya ini kemudian menyetubuhi DC secara bergiliran sampai dini hari.

 “Di kebun itu korban digilir kedua pelaku,” tambahnya.

AKP Budi Purnomo mengatakan bahwa si pelaku yang kemudian mengantarkan korban ke Pasar Natar seusai melampiaskan nafsu bejatnya bersama sang paman. Karena merasa sakit hati, gadis itu menangis dan meminta pertolongan dari warga yang kemudian menolongnya dengan mengantarkan korban ke Mapolsek Natar untuk melapor.

Tak menunggu dengan waktu yang lama, jajaran Polsek Natar yang langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkapkan identitas dari si pelaku.

”Tim Tekab 308 langsung membekuk pelaku di kediamannya, Perumnas Tanjung Baru, Desa Negararatu,” imbuhnya.

Kepada polisi, pelaku yang lansung mengaku dengan perbuatannya bersama sang paman di kebun yang tak jauh dari rumahnya itu.

“Sayangnya saat dilakukan penangkapan paman pelaku melarikan diri,” katanya.

Dari kasus itu, polisi telah mengamankan beberapa barang bukti seperti celana dalam anak warna hitam, gamis warna pink hitam, celana training hijau, jilbab panjang warna abu, BH warna merah muda, ponsel Xiaomi, dan sepeda motor Mio.

“Sudah diamankan dan dalam pemeriksaan penyidikan,” pungkasnya.

Dari kejadian itu, dapat dijadikan pelajaran bahwa membeli barang secara online harus lebih berhati-hati, terlebih kita menemui si penjual ataupun sebaliknya. Setidaknya memiliki satu teman untuk berjaga-jaga. Selalu waspadalah dengan semua orang.

Leave a Comment