Di Pantai Tagaule Nias, Bangkai Babi Berserakan

Puluhan bangkai babi yang dibuang oleh warga dari hulu Sungai Mola memenuhi objek wisata Pantai Tagaule di Desa Tagaule, Nias, Sumatera Utara.

“Bangkai babi yang memenuhi objek wisata Pantai Tagaule, Kecamatan Bawalato, saat ini sudah sangat mengganggu warga karena menebar bau yang tidak sedap,” ucap Onlyhu Ndraha, salah seorang warga Desa Tagaule, pada Sabtu (02/05/2020).

Dia memberitahu, keberadaan bangkai babi di Pantai Tagaule sudah terjadi sejak Jumat (01/05/2020) dan sangat sudah meresahkan warga.

“Sebagian warga Desa Tagaule beragama Islam, sehingga dengan banyaknya bangkai babi di Pantai Tagaule mereka sangat terganggu, apalagi sedang menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Informasi dari Onlyhu diketahui, ditemukannya puluhan bangkai babi tersebut bisa terdampar di Pantai Tagaule karena dibawa banjir dari hulu Sungai Mola.

Bahkan dia memberitahu jika dua minggu lalu, pemerintah daerah telah memberikan imbauan agar warga yang tinggal di hulu Sungai Mola tidak membuang bangkai babi di Sungai Mola.

“Pemerintah sudah mengimbau dan melarang warga yang tinggal di hulu Sungai Mola untuk tidak membuang bangkai babi di sungai, tetapi tidak digubris,” ucapnya.

Onlyhu meminta kepada daerah Kabupaten Nias untuk bertindak tegas kepada warga.

“Kami berharap Pemkab Nias bertindak cepat untuk mencegah dengan memberikan vaksin terhadap babi milik warga agar tidak mati akibat wabah yang terjadi,” ucapnya, berharap.

Leave a Comment