Diajak Pacar Masuk Rumah Kosong, Pria Bejat Lain Sudah Menunggu

beritaindonesiaterkini.net  —   Tiga pemuda warga Kecamatan Rawajitu Selatan, Tulangbawang pelaku dugaan pencabulan terhadap AG (17), siswi SMA di kabupaten  itu diamankan oleh anggota polsek setempat.

Ketika tersangka tersebut yakni Wahyu Triono (24), warga Kampung Karyajitu Mukti serta Bayu Saputra (23) dan Nur Muhammad Badarudin (21), warga Kampung Yudha Karyajitu, Kecamatan Rawajitu Selatan.

Kapolsek Rawajitu Selatan Iptu Mahbub Junaidi mengatakan bahwa peristiwa yang tak senonoh itu terjadi di April silam. Awalnya, Wahyu yang mengajak AG ke rumah kosong di Kampung Yudha Karyajitu, pada Kamis (09/04/2020).

Namun, AG tak merasa curiga karena Wahyu merupakan teman dekat dan satu kampung dengannya. Di rumah itu, Wahyu yang mengajak AG untuk berhubungan intim.

“Korban sempat menolak ajakan tersebut. Tetapi tersangka terus merayu dan akhirnya mengintimi korban,” kata Mahbub Junaidi kepada Radarlampung.co.id, pada Sabtu (04/07/2020).

Aksi pertama terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, pada Kamis (16/04), Wahyu yang kembali mengajak AG ke rumah yang sama. Ternyata disana sudah ada Bayu dan Badarudin.

“Tersangka WT (Wahyu, Red) mengajak korban ke kamar. Ia kembali merayu korban agar mau berhubungan intim,” sebut dia.

Usai melakukan perbuatan asusila itu, Wahyu mengajak AG ke ruang tamu.

“Saat duduk di ruang tamu, tersangka NM (Badarudin, Red) merayu korban dan mengajaknya masuk ke kamar. Mereka berhubungan intim. Lalu ganti tersangka BS (Bayu, Red) yang mengintimi korban,” urainya.

Junaidi mengatakan, AG menuruti kemauan tiga pemuda yang sehari-harinya sebagai petani tersebut dengan alasan takut. Peristiwa itu diungkap dan orangtua AG melapor ke Polsek Rawajitu Selatan.

Polisi langsung menangkap para pemuda cabul itu pada Sabtu dini hari (04/07). Selain ketika tersangka itu, polisi juga menyita barang bukti kasur berwarna merah dan empat potong pakaian korban. Ketika tersangka akan dijerat dengan pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya, pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” kata dia.

Leave a Comment