Fakta Ayah Cabuli Anak Tiri Selama 3 Tahun, Terungkap Setelah Kepergok Istri

UE alias Diki (45), warga di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diamankan oleh polisi atas kasus dugaan pencabulan terhadap anak tirinya. Kasus tersebut diungkap oleh sang istri karena merasa curiga dan memergoki perbuatan bejat suaminya itu kepada anaknya.

“Dugaan perbuatan cabul dan persetubuhan anak di bawah umur ini diketahui istri pelaku atau ibu kandung korban, karena awalnya curiga,” kata Paur Humas Polres Sukabumi Ipda Aah Saepul Rohman

Tak menerima perbuatan sang suami, istri langsung membuat laporan kepada polisi. Setelah pihak kepolisian menerima laporan tersebut, pelaku langsung diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

“Pelaku UE ditangkap pada Jumat 24 April 2020. Kami juga menyita sejumlah barang bukti baik milik pelaku maupun korban,” ujar Aah.

Saat dilakukannya pemeriksaan itu, pelaku UE mengakui perbuatannya. Aksi pencabulan terhadap anak tirinya tersebut ternyata sudah dilakukannya selama tiga tahun, yakni sejak 2017 hingga 2019. Saat itu, diketahui anak tirinya masih duduk di bangku SMP.

“Perbuatannya itu dilakukan sejak anaknya masih duduk di bangku kelas sembilan SMP,” kata Aah.

Dilakukan saat rumah sepi, Aah mengatakan perbuatan bejat pelaku terhadap anak tirinya tersebut ternyata sudah berulang kali dilakukan. Dari hasil pemeriksaan, aksi cabul itu dilakukan pelaku saat kondisi rumah dalam keadaan sepi atau saat istrinya sedang pergi bekerja.

“Jadi saat beraksi pelaku leluasa mencabuli anak tirinya itu,” jelas dia.

Pencabulan tersebut dilakukannya selama kurun waktu 2017 sampai 2019. Saat itu korban diketahui masih berusia 15 tahun atau duduk dibangku SMP. Korban diancam saat melakukan aksi pencabulannya itu.

Hal itu dilakukannya agar korban tidak menceritakan perbuatan bejadnya kepada oranglain, termasuk ibu kandungnya.

“Pelaku juga selalu memberikan uang kepada korban setelah selesai melakukan perbuatan cabul atau persetubuhan terhadap korban,” kata dia.

Saat ini, pelaku sudah ditahan dan masih dalam proses penyelidikan. Akibat perbuatannya itu, pelaku dapat dijerat pasal 81 dan pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 294 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimalnya 15 tahun.

Leave a Comment