Gadis Korban Perkosaan Ditawari Rp 1 Milar untuk Cabut Laporan Polisi, Ini Fakta Lengkapnya

Seorang gadis berinisial MD (16), dikabarkan ditawari uang Rp 1miliar untuk mencabut tuntutan terkait kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa dirinya oleh pria berinisial SG (50), yakni tetangga sendiri.

Menurut kakak korban (C), tawaran itu diungkapkan oleh seorang anggota DPRD Gresik, Jawa Timur, berinisial NH.

“Pak NH ke rumah saya sendiri menemui ibu. Malah dinaikkan Rp 1 miliar kalo ibu mau, katanya adik saya akan diajak ke notaris. Katanya uang itu dari pelaku tapi lewat Pak NH. Niatnya memberi solusi, bilangnya gitu,” terangnya.

Sementara itu, NH tidak menampik kabar itu. Dirinya mengaku bahwa tindakan itu adalah inisiatifnya agar kasus dugaan pemerkosaan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Semua ini karena bentuk keprihatinan saya terhadap keluarga korban MD supaya punya rumah sendiri dan bayinya punya masa depan. Saya lancang sendiri, tidak disuruh tersangka untuk menjanjikan seperti itu. Karena keluarga korban tidak setuju, saya juga tidak jadi menyampaikan ke keluarga tersangka,” terangnya.

Meskipun demikian, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Sementara itu, korban yang diketahui sedang berbadan dua diduga akibat tindakan SG. Korban pun masih berjuang untuk menghadapi rasa trauma pasca kejadian permerkosaan.

Lalu, kuasa hukum MD, Abdullah Syafi’i mengaku sering dihubungi keluarga kliennya itu dan menanyakan proses laporan kepada SG.

“Tadi pagi kontak saya, tanya kenapa SG kenapa prosesnya lama. kok tidak dipanggil-panggil. Hampir dua minggu. SG masih riwa-riwi dengan bebasnya,” ujar Syafi’i kepada Surya, pada Sabtu (09/05/2020).

Sebagai sumber info, MD (16) warga Gresik, Jawa Timur diduga diperkosa oleh SG yang tak lain adalah kerabat ibunya. Menurut pengakuan korban, aksi bejat yang dilakukan SG sudah dilakukan sejak awal Maret 2019 sampai April 2020.

Menurut Syafi’i, korban yang sudah mengandung kurang lebih tujuh bulan dan telah dilakukan visum. Saksi juga sudah ada menjelaskan terduga pelakunya jelas mengarah ke SG.

“Kenapa saat dilakukan visum, saksi dan korban kenapa tidak segera dilakukan penangkapan dan penahanan,” terangnya.

Lanjut Syafi’i, kondisi korban yang masih dibawah umur saat ini mengaku sangat trauma. Apalagi SG yang merupakan tetangga dan satu desa dengan korban.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Aipda Slamet Mujiono belum dapat berbicara banyak kapan terduga pelaku SG akan dipanggil.

“Masih proses, periksa saksi-saksi,” terangnya.

Leave a Comment