Gadis yang Dinikahi Penyandang Disabilitas di Pinrang Ternyata Korban Pencabulan Ayah Tiri

beritaindonesiaterkini.net — Seorang gadis (12) yang dinikahi oleh B (44), penyandang disabilitas di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ternyata merupakan korban pencabulan ayah tiri, S (39). Kasat Reskirm Polres Pinrang  AKP Dharma Prawira Negara mengatakan bahwa pernikahan itu merupakan motif ayahnya untuk menutupi aksi bejatnya.

Berdasarkan pengakuan korban, ayah tiri yang telah mencabuli sejak usia 10 tahun.

“Pernikahan itu hanya menutupi aib kelakuan ayah tiri karena telah melakukan kekerasan seksual selama dua tahun terakhir. Ia kemudian menikahkan sang anak tiri dengan bujang berusia 44 tahun Tuna Netra dari Makassar,” ujar Prawira kepada wartawan, pada Jumat (10/07/2020). 

Celakanya, pencabulan tersebut diketahui oleh ibu kandung korban, Asia. Asia yang takut melaporkan perbuatan suaminya itu karena diancam akan diceraikan.

“Ibu kandung korban takut untuk membuka aib itu. Mereka kemudian merencanakan menikahkan sang anak karena kebetulan saudara B datang ke Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, untuk mencari pasangan hidup,” tuturnya.

Dihadapan polisi, tersangka yang kerap mengancam korban jika perbuatan sadisnya itu diketahui oleh orang lain.

“Terakhir dia (pelaku) sempat lagi melakukan itu saat korban belum dinikahkan dengan saudara B,” pungkas Prawira.

Polisi juga menangkap S dikediamannya saat beristirahat usai bekerja sebagai sopir truk. S ini dijerat Pasal 81 ayat 3 UU RI tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 36 B, dengan ancaman hukuman 15 tahun di penjara.

Leave a Comment