Ibunya Positif COVID-19, Pelajar SMA Ini Rawat 2 Adiknya Lebih 1 Bulan

beritaindonesiaterkini.net — Seorang pelajar SMA di Kabupaten Jombang terpaksa menggantikan tugas ibunya merawat dua adiknya selama satu bulan lebih. Remaja 17 tahun ini yang harus memikul tanggung jawab tersebut lantaran sang ibu sedang diisolasi karena positif COVID-19.

Saat remaja seusianya bebas belajar dan bermain bersama teman-temannya, Vian (17) harus merawat dua adiknya yang masih berusia 12 tahun dan 10 tahun. Memasak nasi, lauk dan sayur untuk sarapan sudah menjadi rutinitas pelajar kelas 12 SMA ini setiap pagi. Dirinya harus menghemat pemberian makanan dari tantenya yang tinggal sekampung.

Tidak hanya pekerjaan rumah, Vian juga harus mengajak bermain adik-adiknya di rumah. Di lain sisi, dia juga mengerjakan tugas-tugas dari sekolahnya.

“Kalau pagi masak untuk sarapan saya dan dua adik saya, kemudian bersih-bersih rumah, mencuci baju,” kata remaja warga Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang ini kepada wartawan, pada Jumat (17/07/2020).

Pekerjaan ibu rumah tangga itu terpaksa dilakukan Vian karena ibunya, Zulfadli Mursidah (37) yang masih diisolasi sejak Senin (15/06/2020). Hingga kini, tugas merawat sendiri dua adiknya sudah dijalani selama 33 hari.

Ibunya Positif COVID-19, Pelajar SMA Ini Rawat 2 Adiknya Lebih 1 Bulan
Ibunya Positif COVID-19, Pelajar SMA Ini Rawat 2 Adiknya Lebih 1 Bulan

Semula sang ibu diisolasi di Tenis Indoor, Jalan Kusuma Bangsa, Jombang selama 13 hari. Karena saat itu hasil rapid test Mursidah reaktif.

Ibu lima anak itu lantas diisolasi di STIKES Pemkab Jombang Jalan Dr Soetomo karena positif COVID-19. Sampai hari ini Zulfadli masih diisolasi di tempat yang sama karena belum sembuh. Sedangkan ayah Vian meninggal dunia sekitar 8 bulan lalu.

“Sepi rasanya tidak ada ibu. Saya berharap ibu segera pulang. Kasihan adik-adik saya yang masih butuh kasih sayang ibu,” ujar Vian.

Saat ditinggal ibunya menjalani isolasi, Vian hanya dibekali uang sekitar Rp 500.000. Uang itu digunakan memenuhi kebutuhan dua adiknya dan membeli makanan. Baginya itu berat dalam kondisi saat ini.

Ibunya Positif COVID-19, Pelajar SMA Ini Rawat 2 Adiknya Lebih 1 Bulan
Ibunya Positif COVID-19, Pelajar SMA Ini Rawat 2 Adiknya Lebih 1 Bulan

Hanya tantenya yang tinggal sekampung mengirim lauk dan sayur. Lauk dan sayur tersebut harus dibagi dengan dua adiknya untuk makan siang dan malam bersama.

“Harus diirit makannya agar adik-adik saya bisa makan dan tetap sehat. Sulit ternyata merawat adik-adik di rumah. Karena susah diatur, seperti salatnya, mengaji, makannya,” terangnya.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Mursidah sampai saat ini masih diisolasi di STIKES Pemkab Jombang. Karena dia belum bebas dari COVID-19. Istri almarhum Abdul Kadir ini sudah 33 hari berada di tempat isolasi.

“Kondisi anak-anak alhamdulillah sehat semua, setiap hari saya telpon untuk tanya kabar,” jelasnya.

Perempuan yang akrab disapa Mba Zul ini diminta menjalani rapid test karena ibunya, Siti Zumaroh (62) meninggal dunia pada Rabu (27/05/2020). Siti meninggal dunia karena penyakit jantung dan diabetes di RSUD Jombang.

Ternyata hasil rapid test Mursidah saat itu reaktif sehingga dia diisolasi sejak 15 Juni lalu. 13 hari setelahnya, dia dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab.

Diisolasi karena terinfeksi Virus Corona memaksa Mursidah berpisah dengan 5 putranya. Dua anaknya yang baru berusia 5 dan 2 tahun dia titipkan ke adik dan saudaranya di Desa Kepuh kembeng. Kondisi itu tentu saja membuatnya tidak tenang selama menjalani isolasi. Dia selalu khawatir dengan nasib kelima buah hatinya.

Leave a Comment