Kakek Kejam Buang Janin Cucu ke Kali Surabaya, Malu Anak Hamil Tanpa Suami

Seorang kakek bernama Muslich biasa dipanggil Ulik (58) tega membuang cucunya yang baru melahirkan ke Kali Surabaya. Ulik merasa malu, anak gadisnya hamil diluar nikah dan melahirkan tanpa suami.

Perbuatan Ulik ini diganjar dengan hukuman 3,5 tahun.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan,” kata majelis hakim di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (20/4/2020).

Sementara anak perempuannya itu, Eka Zulifah (22) juga terbukti melanggar Undang-undang Perlindungan Anak, namun dia divonis lebih ringan yakni 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta, jika tidak dibayar diganti kurungan penjara selama 2 bulan.

Atas vonis tersebut kedua terdakwa ini menerima hal tersebut. Hal senada juga dinyatakan oleh Jaksa Irene Ulfa dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.

Kasus pembunuhan ini bermula ketika kehamilan Eka yang masih berusia enam bulan. Muslich mulai mencurigai hal tersebut.

Eka pun menceritakan kehamilannya itu kepada sang ayah. Namun, Muslich malu dan takut jika kehamilan tanpa suami itu akan ketahuan oleh tetangga.

Karena rasa malu yang muncul, akhirnya Muslich memberikan minuman sprite, buah nanas, dan buah jeruk nipis kepada Eka, yang bermaksud supaya kandungan bisa gugur. Namun upaya tersebut tidak berhasil sampai lanjut kandungannya berusia 9 bulan.

Karena terdakwa takut ketahuan hamil diluar nikah, selanjutnya Muslich membantu proses melahirkan bayi tersebut.

Setelah bayi itu lahir, Muslich langsung memasukkan bayi itu dengan tali pusarnya kedalam plastik bewarna hitam.

Kemudian, Muslich yang membuang bayi itu ke sungai di Jalan Genteng Kali Surabaya. Hingga akhirnya bayi yang sudah tewas itu ditemukan oleh warga sekitar. Atas perbuatannya itu, Muslich dituntut 5 tahun dan Eka 2 tahun penjara.

Leave a Comment