Kena Rayuan Gombal, Polwan Ini Ngaku Sempat Diajak Video Call Telanjang Dada

beritaindonesiaterkini.net  —  Kisah pilu yang menimpa Brigpol berinisial D yang dipecat dari anggota Polwan karena tersebarnya foto asusila dirinya di media sosial. Foto itu ternyata disebarkan oleh kekasihnya yang ternyata adalah seorang polisi palsu.

Korban tak mengetahui bahwa kekasihnya itu adalah narapidana pembunuhan yang mendekam di LP Bandar Lampung. Korban telah ditipu oleh kekasihnya yang mengaku berprofesi sebagai polisi berpangkat Kompol.

Dilansir dari detik.com, korban ini awalnya adalah seorang Polwan berpangkat Brigpol di Polrestabes Makassar. Karena kasus foto asusilanya ini tersebar luas, korban dipecat secara tak hormat dan harus menanggung malu.

Tersangka yang merupakan kekasih korban yang mengaku sebagai Kompol Tyo Darks. Tersangka ternyata bernama asli Alfiansyah yang merupakan seorang narapidana atas kasus pembunuhan.

Awalnya kedua ini berkenalan dengan tersangka lewat media sosial Facebook. Dalam akun fiktif bernama Kompol Tyo Darks korban terbujuk rayuan palsu tersangka. Setelah berkenalan lewat Facebook keduanya ini semakin dekat hingga memutuskan menjalin asmara.

Foto asusila korban yang berawal dari video call dilakukan oleh korban dengan Alfiansyah pada 24 Juli 2018 lalu melalui WhatsApp. Alfiansyah merayu korban yang baru selesai mandi untuk membuka handuk. Korban yang sempat menolak, namun korban terbujuk dan membuka handuk yang dipakainya.

Kena Rayuan Gombal, Polwan Ini Ngaku Sempat Diajak Video Call Telanjang Dada
Kena Rayuan Gombal, Polwan Ini Ngaku Sempat Diajak Video Call Telanjang Dada

Kejadian ini lantas membuat korban kehilangan pekerjaannya sebagai polisi dan dipecat secara tak hormat. Tanpa diketahui korban, ternyata Alfiansyah telah mengambil screenshot dari video call saat korban yang sedang telanjang dada.

Pelaku pun memanfaatkan screenshot foto telanjang ini untuk memeras korban dengan meminta uang Rp 2,5 juta.

“Saya dihubungi kembali olehnya dan dimintai uang Rp 2,5 juta yang katanya akan digunakan untuk biaya perbaikan kendaraan,” tutur korban.

Namun karena korban yang tak mampu menyanggupi, akhirnya Alfiansyah mengirimkan SMS kepada korban dan mengancam akan menyebarkan foto telanjang dada si korban.

“Saya baru mengetahui sekitar pukul 15.30 WITA dari teman angkatan di kepolisian melalui grup WhatsApp ‘Polwan Nusantara’ yang tugas di Bengkulu,” imbuh korban.

Korban yang juga mengakui sangat malu karena foto asusilanya itu tersebar luas dan juga dipecat dari kepolisian dengan tak hormat.

“Yang bersangkutan ini telah melakukan kegiatan-kegiatan yang berbau asusila, karena itu yang bersangkutan diproses sesuai kode etik,” ujar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo dilansir dari Tribunnews.com.

Alfiansyah selaku pelaku pemerasan dan penyebaran foto asusila merupakan narapidana kasus pembunuhan yang saat ini mendekat di LP Lampung. Pelaku yang melakukan video call dengan korban di dalam kamar 5 blok B Lapas kota Agung Tanggamus.

Sesuai dengan KUHP pasal 170, Alfiansyah divonis dengan masa hukuman selama delapan tahun empat bulan, dengan masa ekspirasi pada 16 Januari 2022. Setelah kasus ini terbongkar, Alfiansyah kemudian diangkut dari LP Lampung ke Makassar untuk diadili.

“Menjatuhkan pidana kepada Alfiansyah alias Fian bin Saum dengan pidana penjara 3 tahun dan denda sejumlah Rp. 5juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan penjara selama 2 bulan,” ujar majelis yang diketuai oleh Imam Suprijadi.

Belum selesai menjalani masa hukuman terhadap kasus pembunuhan, Alfiansyah harus menanggung hukuman yang lebih berat lagi karena telah menyebarkan foto telanjang anggota Polwan dan melakukan pemerasan kepada korban.

Leave a Comment