Kisah Orangutan yang Dijadikan Budak Seks! Hingga Kepalanya Dipenggal

sahmitra.com — Sempat menuai simpati dan perhatian dari masyarakat Indonesia tentang kisah orangutan bernama Hope. Kisahnya ini sempat menjadi korban kekejaman manusia. tubuhnya ditembaki dengan 74 peluru oleh orang yang tak bertanggungjawab.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan bahwa Hope masih dalam perawatan intensif tim medis Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara.

“Berdasarkan laporan tim kesehatan, hari ini Hope sudah mau makan walau belum banyak, kondisi agak membaik, tapi dokter masih membahas proses penanganan patah tulangnya, karena ada bagian tulang yang patah,” jelas Sapto Aji.

Tapi ternyata kasus serupa tidak hanya dialami oleh Hope saja. Faktanya masih banyak juga oknum yang tak bertanggung jawab lainnya yang melakukan penganiayaan terhadap orangutan.

Ada kisah lain yang datang dari orangutan bernama Pony ini juga mungkin tak kalah mirisnya dengan nasib Hope. Bagaimana tidak, orangutan ini malah dijadikan pelacur oleh orang-orang yang tak memiliki hati nurani.

Dilansir dari Mirror.co.uk, Pony yang malang dirantai ditempat tidur, bulu-bulunya dicukup setiap harinya dan dipaksa untuk berhubungan seks dengan lelaki. Pony yang dieksploitasi dan menjadi mesin uang bagi pemiliknya. Tapi untungnya, ia dapat diselamatkan oleh The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Setelah itu Pony diselamatkan di tahun 2003 silam.

Bukan hanya Pony, ada kisah malang juga yang terjadi di tahun 2015. Rumah orangutan ini dibakar oleh oknum yang tak punya hati nurani. Seekor induk orangutan dan anaknya berhasil diselamatkan dari bakaran hutan itu.

Saat diselamatkan oleh International Animal Rescue, induk dan bayi orangutan itu masih saling berpelukan. Saat itu mereka dipastikan mengalami trauma dan kekurangan gizi. Tim Internasional Animal Rescue (IAR) mengatakan bahwa dua primata ini diselamatkan tepat pada waktunya. Dan mirisnya stok susu si induk ini tak cukup untuk memberi makan bayinya. Pergelangan tangan induk orangutan ini juga luka karena tali yang mengikatnya.

Kasus pembantaian terhadap orangutan ini memang sesuatu yang sangat keji. Orangutan memang sejatinya adalah makluk yang dilindungi oleh pemerintah karena keberadaannya yang semakin langka. Semoga ke depannya orang-orang yang melakukan aksi keji ini segera mendapatkan hukuman yang setimpal.

Leave a Comment