Mantap! 4 Polisi Perkosa 1 Wanita, Korban Malah Ditangkap

Seorang wanita yang menuduh sejumlah petugas memperkosanya di kantor polisi telah memberikan pembelaan atas klaimnya, setelah polisi mengumumkan rencana untuk menangkapnya karena dituduh telah berbohong.

Pernyataan pembelaan wanita ini dikenal sebagai ‘Ms.X’, dinyatakan sehari setelah kepala polisi Chris Tang telah mengungkapkan di pertemuan Dewan Distrik Yuen Long pada hari Selasa (12/05/2020), bahwa wanita yang masih berusia 18 tahun ini akan ditangkap. Ms. X telah meninggalkan Hong Kong dan sekarang menjadi DPO, katanya.

Kasus pemerkosaan ini dilaporkan si wanita pada 22 Oktober 2019. Ia mengadu bahwa dirinya telah diperkosa oleh 4 orang petugas yang tidak dikenal di kantor polisi Tsuen Wan dan akibatnya harus melakukan aborsi.

Menurut dari pengacaranya tersendiri, dia mengizinkan untuk diperiksa sampel DNA dari janin yang diaborsi pada saat itu untuk membantu mengidentifikasikan setidaknya pada satu pemerkosa.

Dari sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas namanya  oleh pengacaranya, Vidler & Co. ‘Ms.X’ ini menuduh Kepala Polisi Tang dengan sengaja mempublikasikan kasus ini dengan upaya untuk mendiskreditkannya berulang kali.

“… Saya mengetahui dari laporan media bahwa Komisaris telah secara terbuka mengatakan bahwa saya akan ditangkap karena ‘membuat pernyataan palsu.’ Dia kembali memilih untuk melakukannya secara terbuka, dengan cara mendiskreditkan saya,” tulisnya.

“Saya berharap dan berdoa agar laporan  itu akan diselidiki secara objektif, dengan keyakinan yang kuat dan dengan menghormati privasi dan martabat saya. Anggapan itu tidak benar. “

Pada tanggal 4 November 2019, polisi telah memperoleh surat perintah dalam rangka penggeledahan untuk menyita catatan medis Ms. X serta rekaman CCTV dari klinik dokter pribadinya tanpa adanya persetujuan.

Hakim menunda surat perintah tersebut dan memberikan perintah anonimitas pada hari berikutnya. Pengadilan yang secara resmi membatalkan surat perintah tersebut pada 28 November 2019.

Tang mengatakan pada bulan Januari, Ms. X sedang diselidiki karena klaimnya yang kurang konsisten dengan rekaman video pada saat kejadian. Langkah ini justru dikecam oleh pengacara sebagai upaya untuk membatalkan tuntutannya.

Pada tanggal 6 April, Departemen Kehakiman mengatakan laporan kepolisiannya tidak akan diproses dengan bukti yang bertentangan, meskipun Ms X mengatakan dia belum diberi kesempatan untuk membantah klaim tersebut.

Dengan begitu, siapapun yang secara sengaja sudah menyesatkan ataupun memberikan informasi palsu kepada polisi dituntut untuk bertanggung jawab dan diberikan hukuman berupa denda sebesar HK $1.000 dolar Hong Kong atau sama dengan Rp 1,9 juta. Ditambah dengan penjara selama enam bulan dibawah Undang-undang Kepolisian.

Ms. X ini menyatakan bahwa kekecewaannya telah mengetahui komentar dari polisi atas tuntutan tersebut.

“Saya tidak mencari publisitas tentang keluhan saya. Saya juga tidak mempolitisasi keluhan saya,” katanya.

Leave a Comment