Melawan Saat Diperkosa, Sang Guru SD Dibunuh Mantan Murid

beritaindonesiaterkini.net — Pemuda berinisial AR (18) asal desa Marga Rahayu, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan membunuh tetangganya sendiri juga mantan gurunya, Efriza Yuniar (50).

Sehari-harinya perempuan yang akrab dipanggil Yuyun itu mengajar di SD 11 Muara Telang. Selama tujuh tahun, Yuyun tinggal seorang diri di Banyuasin setelah berpisah dengan suaminya itu. Saat ditemukannya mayat Yuyun yang dibungkuskan kain tebal tersebut ditemukan di ember dengan keadaan telanjang dan tangan terikat tali pada Kamis (09/07/2020).

Penemuan mayat Yuyun berawal dari Juwita (51) tetangga Yuyun yang curiga karena rekan kerjanya itu tak dapat dihubungi sejak Selasa (07/07/2020). Sementara nomor ponsel Yuyun juga tidak aktif. Kamis sekitar pukul 10.00 WIB, Juwita meminta anaknya untuk datang ke rumah Yuyun.

Saat itu, sang anak mengaku jika rumah Yuyun dalam keadaan terkunci. Karena cemas, Juwita mencari keberadaan rekan kerjanya di sekolah dan diketahui Yuyun sudah tiga tidak masuk sekolah untuk mengajar.

Juwita pun bersama dengan rekannya sesama guru mendatangi rumah Yuyun dan menemukan adanya kunci diselipkan di dekat meja depan. Mereka berinisiatif untuk masuk dan memeriksa setiap ruangan.

Namun, saat masuk ke dalam kamar mandi, Hakim salah satu rekan Yuyun terkejut melihat kaki korban di dalam ember besar. Ia berlari keluar karena merasa ketakutan.

“Istri saya ketakutan juga, pak itu Bu Yuyun sudah tidak ada lagi. Saya langsung ke sana, ketika saya tanya dimana. Orang jawab itu dalam ember, saya tidak kuat langsung keluar, kondisinya sudah mulai bau,” ujar Triana suami Juwita.

Warga yang kemudian menghubungi polisi dan melakukan evakuasi. Sekitar pukul 16.00 WIB, jenazah Yuyun yang dibawa ke RS Bhayangkara Palembang dan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam untuk di otopsi.

Melawan Saat Diperkosa, Sang Guru SD Dibunuh Mantan Murid
Melawan Saat Diperkosa, Sang Guru SD Dibunuh Mantan Murid

Pembunuhan Yuyun yang terjadi pada Rabu (08/07/2020) sekitar pukul 16.00 WIB. Hari itu si pelaku AR baru saja menonton film porno dan ia pergi ke rumah Yuyun untuk memperkosa mantan guru SD nya itu yang sudah berusia 50 tahun.

Kepada polisi, AR mengaku kerap mengintip Yuyun mandi sehingga dia berniat untuk memperkosanya setelah menonton film porno. Namun, saat akan diperkosa Yuyun berontak dan meminta tolong,

AR yang panik kemudian mengumpal mulut Yuyun dengan ikat rambut yang terbuat dari kain. Lalu, ia mengikatkan leher Yuyun dengan sabuk berwarna coklat dan charger ponsel serta mengikat tangan Yuyun dengan tali rafia.

Setelah memastikan Yuyun tewas, AR yang menyeret korban dengan sprei serta memasukkannya ke ember berwarna hijau berdiameter 60 cm. Setelah itu jasad Yuyun yang ditutup dengan sprei dan diikat dengan tali rafia.

Bukan hanya itu, kepada polisi AR yang mengakui memiliki dendam pribadi kepada Yuyun karena sempat tepergok mencuri dirumah korban. Saat itu, kotak infaq disekolah sempat hendak dibawa kabur oleh AR.

“Tersangka dinasehati oleh korban agar tidak melakukan perbuatan itu lagi. Di sana tersangka ini ternyata dendam. AR memang adalah mantan murid dari korban,” kata Kapolsek Muara Telang Iptu Gunawan usai menghadiri pemakaman EY di TPU Kamboja Palembang, pada Jumat (10/07/2020).

Sementara itu, Muhammad Gani (57) kakak kandung Yuyung mengatakan jika dua ponsek dan laptop milik kakaknya itu hilang. Kuat dugaan, barang itu hanya dibawa kabur oleh AR.

“Laptop, printer, handphone hilang. Kemungkinan itu yang diambil pelaku,” kata Gani di depan ruang jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, pada Kamis (09/07/2020). 

Tak lama setelah melakukan pembunuhan, AR ditangkap oleh pihak kepolisian dirumahnya yang ada di Jalur V, Kecamatan Muaratelang, Kabupaten Banyuasin. Saat itu AR hendak keluar rumah untuk melarikan diri.

Dari tangan AR, polisi yang berhasil mengamankan ponsel milik EY.

“Pada saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan didapati HP milik korban merek Vivo dan Nokia terdapat di dalam saku celananya. Ketika diperiksa, tersangka telah membunuh korban,” ujar Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar, pada Kamis (09/07/2020).

AR yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Banyuasin.

Leave a Comment