Nekat Mudik, Ini Sanksi Paling Ringan hingga yang Terberat

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) telah resmi memutuskan untuk melarang mudik Lebaran 2020.

Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan aturan mengenai pembatasan di sektor transportasi.

Sementara terkait sanksi, Budi menyebutkan bahwa sanksi bagi warga yang tetap nekat untuk mudik bisa mengacu ke Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Bisa diambil dari sana. Jadi sanksi yang paling ringan yaitu dengan dikembalikannya saja kendaraan tersebut untuk tidak melanjutkan perjalanan mudik,” ujarnya, pada Selasa (21/04/2020).

Sementara untuk sanksi yang paling berat yaitu kurungan penjara paling lama yakni satu bulan ataupun denda maksimal Rp 100 juta. Hal ini yang mengacu pada Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018.

Namun pemerintah akan terlebih dahulu membuat aturan teknis terkait larangan mudik ini.

Sementara, Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tentang aturan teknis larangan mudik yang akan dikebut sehingga bisa  segera selesai dan berlaku dengan cepat.

“Larangan mudik efektif terhitung Jumat, 24 April 2020 dan untuk sanksinya efektif 7 Mei 2020,” kata dia.

Leave a Comment