Gagal Buang Mayat Pakai Taksi Online, Rekayasa Gunakan Surat Cinta

Jasad Elvina (21), wanita muda yang diperkosa lalu dibunuh dan dibakar ternyata sempat hendak dibuang dengan menggunakan jasa sopir taksi online.

Misteri secarik surta cinta yang ditemukan didekat jasad korban ternyata adalah rekayasa para tersangka.

Hal ini diungkap saat polisi menelusuri lebih lanjut kasus pembunuhan tersebut pada Jumat (08/05/2020) kemarin. Dalam kasus ini, ada tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Jefri (24), Michael (22), dan Tek Sukfen (56) ibu dari Jefri.

Gagal Buang Mayat Pakai Taksi Online, Jefri dan Ibunya Rekayasa Surat Cinta
Kapolrestabes Medan Kombes Jhonny Eddizon Isir menceritakan peristiwa pembunuhan yang awalnya terjadi pada Rabu (06/05/2020) sekitar pukul 11.50 WIB. Saat itu juga tersangka Michael menjemput korban untuk datang ke TKP yakni rumah dari tersangka Jefri.
Sampai di TKP, Jefri mengajak korban untuk berhubungan badan, namun ada perlawanan dari korban sehingga tersangka Jefri membenturkan kepala si korban ke dinding sampai pingsan.
“Setelah tidak sadarkan diri, kemudian J menyetubuhi korban sebanyak satu kali,” katanya.
Tubuh korban juga ditusuk dan dibakar oleh Jefri. Kemudian, Michael mengubungi tersangka Tek Sukfen, ibu dari Jefri untuk datang ke TKP. Wanita datang, lalu memasukkan mayat korban kedalam kardus.
Kemudian, tersangka Jefri memesankan taksi online dengan berencana akan membuang jenazah ke daerah Lubuk Pakam. Namun, pada saat kardus tersebut akan diangkat, kardus tersebut malah sobek dan darah korban berceceran. Tersangka kemudian membatalkan taksi online itu.
Akibat takut dicurigai, Jefry dan Ibunya membuat skenario dengan mengintimidasi Michael agar bertanggungjawab, sehingga Michael menuliskan pernyataan di atas kertas atau surat cinta dan mencoba meminum obat nyamuk untuk meyakinkan bahwa seluruh rangkaian kejadian adalah perbuatannya tanpa melibatkan orang lain.
Selanjutnya Tek Sukfen menghubungi ibu dari Michael dan memberitahukan bahwa anaknya telah melakukan pembunuhan.
Selanjutnya ibu dari tersangka Michael yang ditemani oleh pamannya pergi ke rumah orang tua korban dan memberitahukan kejadian tersebut.
Setelah mendapat laporan dari pihak korban, personil Tekab Sat Reskrim dan Opsnal Polsek Percut Sei Tuan langsung ke TKP dan mengamankan para tersangka, barang bukti dan juga saksi.

“Setelah dilakukan penyelidikan, petugas menetapkan tiga orang ini sebagai tersangka,” jelasnya.

Ketiga pelaku pembunuhan berencana itu dikenakan pasal 340 Jo 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, demikian Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir.

Leave a Comment