Pria di Bengkulu Tewas Kena Peluru Nyasar Polisi   

Seorang pria warga Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Muhammad Aditya Pratama (31) tewas setelah pantulan peluru anggota kepolisian mengenai bagian rusuknya.

“Korban terkena peluru rekoset (memantul). Jadi bukan salah tembak ya, tetapi peluru yang rekoset. Korban terkena pantulan peluru yang ditembakkan anggota di bagian rusuknya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Komisaris Besar Sudarno di Bengkulu, Rabu (06/05/2020).

Ia mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (05/05/2020) malam saat aksi kejar-kejaran menggunakan sepeda motor antara polisi dan orang yang diduga sebagai pengedar narkoba didaerah tersebut.

Polisi kemudian menembak bagian roda sepeda motor yang dikendarai orang yang diduga sebagai pengedar narkoba tersebut.

Namun malangnya, peluru anggota kepolisian tersebut memantul dan nyasar korban yang kebetulan ada di lokasi sekitar.

“Itu peluru yang rekoset yang diarahkan ke ban motor calon tersangka kasus narkoba dan saya tegaskan bahwa korban bukan pelaku narkoba,” ujar Sudarno.

Sudarno mengatakan jenazah korban lalu dibawa ke RSUD M Yunus Bengkulu untuk dilakukannya visum pada Selasa malam.

Dikutip informasi dari berbagai sumber, secara sederhananya rekoset artinya peluru yang memantul usai tembakan. Dalam bahasa awam, sering disebut dengan peluru nyasar.

Dalam proses penembakan, potensi amunisi mengalami rekoset yang tak dapat dihindari. Amunisi yang mengalami rekoset itu juga masih mungkin punya energi besar, sehingga bisa merusak ataupun melukai objek yang bukanlah targetnya.

Leave a Comment