Tega! Demi Bisa Nyabu, Remaja Ini Begal Kakak Sendiri hingga Tewas

beritaindonesiaterkini.net — Seorang adik di Palembang nekat membegal kakaknya sendiri. Awalnya remaja yang masih berusia 16 tahun berinisial MR ini diajak oleh rekannya, Rohmadon untuk mencuri motor. MR yang justru merekomendasikan kepada Rohmadon untuk membegal kakak angkatnya.

Akhirnya mereka melakukan pembegalan tersebut dan menikam sang kakak. Motor korban dijual dan dibelikan sabu oleh MR.

Dilansir dari Kompas.com, pada Jumat (03/07/2020), seorang remaja di Palembang, Sumatera Selatan berinisial MR (16) tega membegal kakak angkatnya sendiri, Khairuddin Subatra (33), pada Jumat (05/06/2020). Akibat pembegalan yang terjadi diotaki oleh adiknya itu, Khairuddin sekarat dan tewas.

Berawal saat MR yang diajak oleh temannya, Rohmadon (25) untuk mencuri motor. Rohmadon yang terlilit utang banyak Rp 800 ribu menjadi latar belakang ia mengajak MR untuk mencuri motor.

MR justru merekomendasikan kepada Rohmadon untuk membegal kakak angkatnya sendiri. Mereka pun langsung merencanakan pembegalan tersebut dengan berpura-pura menawarkan pekerjaaan kepada Khairuddin.

“Lalu kami ajak untuk bertemu dengan orang yang mau kasih dia kerja itu,” tutur pelaku MR, pada Kamis (02/07/2020).

Kejadian tersebut terjadi saat dalam perjalanan. Hingga mereka sampai di Jalan Naskah II, Lorong Padi, Sukarami, Palembang dan meminta kepada korban untuk turun dari motor namun sempat ditolak oleh korban. Tiba-tiba, Rohmadon langsung menikam korban sampai ia jatuh.

Tega! Demi Bisa Nyabu, Remaja Ini Begal Kakak Sendiri hingga Tewas
Tega! Demi Bisa Nyabu, Remaja Ini Begal Kakak Sendiri hingga Tewas

MR yang tak menyangka jika Rohmadon akan menikam kakaknya. Setelah kejadian itu, Rohmadon langsung kabur. Sementara, MR sempat membawa kakaknya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan namun ditolak.

Akhirnya, MR memulangkan korban ke rumahnya dan hanya diletakkan di depan rumah sampai akhirnya dia tewas.

“Maksud saya biar dirawat di sana, tapi tidak tahu ditolak rumah sakit. Jadi saya bawa lagi korban ke rumahnya. Saya tinggalkan di depan setelah itu saya tidak tahu lagi,” jelas MR.

Bukannya merasa bersalah, MR dan Rohmadon justru menjual motor si korban. Hasil penjualan motor tersebut juga diberikan Rp 500 ribu untuk Rohmadon. Sisanya dipakai MR untuk membeli narkoba berjeniskan sabu.

“Saya pakai uangnya untuk beli sabu, Rp 500.000 saya kasih ke Rohmadon,” tutur MR.

Keluarga korban yang kaget melihat Khairuddin sudah tergeletak didepan rumah dengan penuh darah dan sempat dibawa ke rumah sakit namun tak selamat.

“Lalu diantar pulang ke rumah, karena dari rumah sakit menolak. Korban baru diketahui sekarat saat keluarga nya keluar. Saat dibawa ke rumah sakit lagi meninggal,” ungkap Kasubdit 3 Jatrantas Polda Sumsel Kompol Suryadi.

MR dan Rohmadon yang ditetapkan sebagai tersangka itu terancam dengan Pasal 338 dan 365 KUHP tentang perampokan dan pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Leave a Comment