Tersinggung Ditanya Kapan Nikah, Pria Ini Langsung Bacok Tetangga hingga Tewas

beritaindonesiaterkini.net — Pertanyaan kapan menikah memang menjadi pertanyaan yang sensitif bagi sebagian orang. Bahkan pernah menjadi kasus di awal tahun ini dimana seorang pria mencekik leher tetangganya sampai tewas hanya karena sebuah pertanyaan.

Kasus ini terjadi lagi, dikabarkan seorang pria di Minahasa yang tega membacok kepala tetangganya hanya karena ditanya kapan anaknya menikah. Pria itu mengaku sangat emosi dan tersinggung dengan pertanyaan yang dilontarkan tetangganya.

Pelaku AM (52) dengan sadis membacok Ari (47) dengan menggunakan parang sampai membuat rekannya yang sama-sama berprofesi sebagai petani itu meregang nyawa.

Pasalnya AM mendatangi rumah Ari hendak membeli minuman keras jenis cap tikus. Awalnya mereka berbincang akrab seperti layaknya seorang kawan. Namun, mendadak AM yang naik pitam saat Ari menanyakan anaknya kapan menikah mengingat pacar anaknya sudah hamil.

Mendengar pertanyaan Ari, AM yang emosi sampai adu mulut dengan Ari. AM tersinggung sampai menggertak korban untuk tidak ikut campur dengan urusan keluarganya.

“Jangan ikut campur, itu urusan keluarga saya,” ungkap AM dilansir melalui Tribunnews.

Setelah terjadi adu mulut di rumah Ari, AM langsung pulang kerumah supaya pertengkarannya itu tak berlanjut lama. Setelah pelaku pulang ke rumah, lantas konflik ini masih terus berlanjut. Ari mendatangi rumah pelaku karena merasa sakit hati sudah digertak oleh AM. Justru pertengkaran semakin lama semakin menjadi sampai kepala desa harus turun tangan untuk melerai keduanya itu.

Namun, peristiwa tragis yang semakin tak terhindarkan saat AM mengambil parang dan menebaskannya ke korban. Parang itu terkena dibagian kepala kiri korban dan langsung dilarikan ke Puskesmas Ratahan.

Kondisi korban yang sempat kristis dan harus dipindahkan ke RSUD Noongan Langoan. Namun, sayangnya nyawa korban yang tak dapat diselamatkan lagi sampai menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 01.30 WITA (19/05/2020).

Pelaku sempat melarikan diri setelah melakukan aksi kejinya. Namun, polisi yang berhasil mengamankan pelaku dan kini harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya didepan hukum.

Dilansir dari Tribunnews.com, tersangka sudah diancam dengan pasal 328 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat.

“Tersangkanya AM alias Aswin melakukan penganiayaan kepada korban dengan sebilah parang dengan cara sekali menebas korban kena bagian kepala sebelah kiri.” Ujar kapolsek Ronny.

Dalam kasus ini, pertanyaan ini menjadi pemicu sampai tersangka tega membunuh temannya sendiri. Memang pertanyaan tersebut bukan ditujukan kepada pelaku tetapi pelaku tersinggung karena sudah menyangkut anaknya.

Dikutip dari Kompas.com, psikolog menyampaikan bahwa pertanyaan tersebut keluar karena si penanya ingin merasa nasib mereka lebih baik.

“Orang-orang yang suka menjelekan orang lain dengan nanya rese atau kepo, sebenarnya melakukan agar merasa nasib mereka lebih baik,” terang Amel, asisten dosen Social and Personality Psychology Universitas Airlangga.

Terlebih jika pertanyaan ditujukan kepada orang yang sedang stress atau depresi dapat memicu konflik panjang.

Pertanyaan ‘kapan menikah’ bukan tak boleh digunakan. Tetapi harus dapat menempatkan pada konteks yang tepat dan dengan empati, bukan dengan bermaksud melontarkan etika.

Kasus semacam ini sudah banyak terjadi hanya karena menanyakan ‘kapan menikah’ yang dianggap sepele tapi merasa sangat sensitif.

Leave a Comment