Tragis! Meninggal Saat Malam Pertama, Diduga Terlalu Berlebihan Saat Mencium

beritaindonesiaterkini.net — Malam pertama seharusnya menjadi malam yang paling berkesan dan membahagiakan. Namun yang terjadi di Hunan, Tiongkok ini justru sebaliknya. Seorang wanita dinyatakan tewas ketika tengah melakukan ritual malam pertama dengan sang suami. Hal ini diduga karena kecerobohan suami yang mencium terlalu berlebihan.

Segala sesuatu yang berlebihan memang akan berdampak buruk, mungkin siapapun tak pernah menyangka bahwa ciuman dileher bisa menyebabkan kematian. Namun, hal itu memang benar adanya di Tiongkok baru-baru ini, sebagaimana dikutip dari Wartakotalive.com pada Selasa (30/06/2020).

Awalnya, pasangan yang baru menikah ini tak sabar untuk segera melangsungkan malam pertama mereka di dalam kamar. Sebagaimana diberitakan oleh China Press (24/06/2020), pengantin laki-laki mendaratkan ciuman pada leher sang pengantin wanita.

Tiba-tiba wajah wanita itu berubah pucat, tubuhnya melemas, jantungnya yang juga melemas sampai akhirnya ia meninggal dunia. Menurut Health Times, si lelaki yang melakukan ciumannya dengan cara yang berlebihan ini.

Pengantin pria yang gugup itu langsung membawa istrinya ke rumah sakit Chengdu guna mendapatkan penanganan lebih serius. Diduga, ciuman di leher itu membuat jantung si wanita berhenti sehingga dirinya sulit untuk bernafas.

Dokter yang menangani masalah tersebut langsung mendiagnosis bahwa adanya tekanan kunci sinus karotid di leher si wanita itu, hal tersebut terjadi saat pengantin lelaki menekannya saat mencium leher istrinya. Tekanan yang terlalu tinggi itu menyebabkan jantung si wanita ikut tertekan dan ia mengalami serangan jantung mendadak.

Disisi lain juga, Direktur Departemen Kedokteran Kardiovaskular, Liu Jiangxiong mengatakan bahwa adanya kejanggalan. Ia mengungkapkan ada dua reseptor utama yang mengontrol tekanan darah serta detak jantung di sinus dan ginjal karotis. Sinus karotis sendiri ada di kedua sisi leher, yaitu sekitar 5 sampai 6 cm dari laring.

“Ini berukuran sebesar kacang kedelai, jika seseorang memutar kepalanya ke kiri atau ke kanan, bagian leher yang paling jelas adalah tengah dan sepertiga bahwa otot,” jelasnya.

Bagian ini setara dengan baroreseptor seseorang. Setelah itu dirangsang oleh kekuatan eksternal, itu akan membuat orang merasa pingsan dan bisa menyebabkan serangan jantung hingga kematian.

Dalam kasus ini, Liu Jianxiong mengatakan bahwa jika tempat itu diberi tekanan yang terlalu kuat seperti halnya dasi yang ketat, akan menyebabkan tekanan pada sinus karotis. Nah, tekanan itu dapat mengakibatkan seseorang pingsan, terkena serangan jantung dan bahkan meninggal dunia.

Orang-orang dihimbau untuk memahami hal tersebut, supaya kejadian seperti yang dialami oleh pasangan pengantin baru ini tak akan terulang lagi.

Ada kisah lain juga, dialami oleh seorang gadis 17 tahun asal Florida. Remaja ini bernama Ariana Rae Delfs mengalami stroke yang dipicu oleh infeksi mononukleosis alias ‘penyakit berciuman’.

Dilansir detikhealth.com (16/12/2019), orang tua Ariana ini sempat mengira bahwa sang anak hanya sedang mengalami flu biasa, namun ternyata ia terinfeksi virus Epstein-Barr yang menyebabkannya menderita sakit kepala dan tenggorokan sekitaran 3 minggu.

Dokter yang kemudian mengatakan bahwa Ariana terserang stroke. Otaknya yang mengalami kerusakan dan tak dapat pulih kembali. Virus ini sendiri bisa menular melalui air liur, berciuman merupakan salah satu perantara virus yang infeksinya juga disebut sebagai ‘penyakit berciuman’ ini.

Gejalanya itu antara lain adalah sakit tenggorokan, demam, kelelahan yang ekstrem, sakit kepala dan amandel bengkak. Selain dari berciuman juga, mononukleosis juga dapat menular melalui makanan atau minuman yang sudah tercemar.

Leave a Comment