Viral Kasus Percobaan Pemerkosaan, Pelakunya Bebas Berkeliaran di Kampus

Media sosial yang diramaikan dengan kasus percobaan pemerkosaan yang terjadi di salah satu perguruan tinggi negeri Indonesia. Kasus ini sempat viral kemudian diunggah kembali oleh @ashraffadila dalam akun Twitternya. Ia mengatakan bahwa korban dari percobaan pemerkosaan tersebut adalah temannya.

Cuitan itu viral setelah memperoleh lebih dari 12 ribu retweets serta 27 ribu like di Twitter.

“Gue di sini mewakili korban yang merupakan teman gue. Gue akan ngejelasin kronologi kasus percobaan perkosaan yang sempat dipost beberapa hari lalu,” ungkap di akun tersebut.

@ashraffadila mengaku prihatin sebab kasus ini tidak banyak disoroti oleh masyarakat. Akun tersebut yang mengungkapkan peristiwa percobaan yang terjadi ini pada 6 Februari 2020 lalu.
Korban dan pelaku yang memiliki hubungan pertemanan baik. Keduanya berstatus mahasiswa di kampus yang sama.
Awalnya pelaku mengajak korban untuk bertemu dengan beberapa teman jurusannya dibelakang kampus, tetapi ketika di perjalanan, tujuan beralih menjadi ke kedai angkringan.

Namun setelah beberapa menit di perjalanan tersebut, pelaku yang ternyata berbohong kepada korban dan malah membawanya ke apartemen di kawasan Depok. Apartemen tersebut merupakan milik salah satu rekan pelaku yang telah dipinjamnya untuk melancarkan rencananya ini.

Setelah sampai ditempat tujuan, pelaku mengajak korban untuk masuk ke dalam kamar. Pelaku tak lupa mengunci pintu dan menegak minuman alkohol. Pelaku juga memaksa korban untuk meminum alkohol tersebut. Karena ditolak, pelaku menodor paksa sebanyak dua kali.

Terdesak, korban berusaha meminta tolong kepada teman-temannya. Namun, teman yang dikontak tak bisa datang dengan cepat karena berada pada posisi yang jauh dari apartemen tersebut.

Korban terus menolak permintaan mesum tersebut dan tak berhenti untuk menangis karena ketakutan. Tapi pelaku yang tak peduli akan air mata korban dan tetap melecehkan korban.

Ia berusaha untuk kabur namun ditarik oleh pelaku saat sudah mencapai pintu. Korban tak berani untuk berteriak melihat adanya pisau tergeletak didapur apartemen. Ia takut untuk dibunuh.

Beruntungnya, pelaku lengah. Korban menendang pelaku, melepaskan diri dan berhasil menemukan kunci pintu. Ia melarikan diri.

Setelah kejadian tersebut, korban menemui keluarga pelaku. Kedua orang tua pelaku tersebut memohon dan meminta maaf agar tidak melaporkan anaknya ke polisi serta kasusnya tidak diperpanjang.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, piahk pelaku menawarkan diri untuk cuti kuliah sukarela selama setahun. Melihat orang tua pelaku terus memohon, korban merasa iba dan akhirnya menyetujui permintaan tersebut.

Pada tanggal 13 Februari, pelaku yang membuat surat pernyataan cuti kuliah selama satu tahun sebagai bentuk pertanggungjawaban. Namun, kesepakatan itu dilanggar karena pelaku yang tetap kuliah seperti biasanya.

“Hingga sekarang pelaku tidak kunjung menyerahkan surat cuti dan masih berkuliah. Padahal sudah aQda surat pernyataan di atas materai yang ia buat secara tidak sadar dan sukarela. Kini korban telah meminta bantuan BEM serta hopehelps universitas agar mengusut kasus ini,” tulis @ashraffadila.

Ketika melaporkan kasus ini, korban sempat mendapatkan ancaman, seluruh beasiswanya akan dicabut apabila ia memperpanjang kasus ini serta melibatkan pihak lain. Akun itu juga menuturkan bahwa korban memiliki sejumlah bukti terkair kasus pencobaan pemerkosaan dan telah disampaikan kepada pihak Badan Eksekutif Mahasiswa serta lembaga sosial kampus.

Menanggapi thread kasus ini, banyak warganet yang memuji keberanian korban karena berani buka suara dan tidak membiarkan kasus ini tenggelam.

Leave a Comment