Warga yang Lagi Mandi Diseret Polisi, Dibiarkan Telanjang Bulat di Depan Umum

beritaindonesiaterkini.net — Sebuah video pria telanjang diusir paksa oleh polisi yang viral di sosial media. Peristiwa itu diketahui terjadi di Cape Town, Afrika Selatan. Insiden tersebut berawal saat polisi yang sedang bertugas untuk menggusur bangunan ilegal.

Sampai akhirnya polisi mengusir secara paksa pria yang saat itu sedang mandi hingga dibiarkan telanjang bulan di depan umum. Aksi para polisi itu dinilai tak berperikemanusiaan.

Dilansir dari Kompas.com, pada Sabtu (05/07/2020), sebanyak 4 polisi di Cape Town, Afrika Selatan, diskors lantaran menyeret pria yang sedang terlanjang mengaku sedang mandi saat rumahnya digusur. Video penggusuran tersebut diunggah oleh akun Twitter @LudidiVelani pada Rabu (01/07/20) lalu.

Video yang berdurasi 58 detik memperlihatkan polisi berkerumun di depan rumah pria bernama Bulelani Qholani (28). Tak lama kemudian Bulelani yang diseret ke polisi keluar rumah dalam keadaan telanjang bulat.

Warga yang Lagi Mandi Diseret Polisi, Dibiarkan Telanjang Bulat di Depan Umum
Warga yang Lagi Mandi Diseret Polisi, Dibiarkan Telanjang Bulat di Depan Umum

Meskipun sudah diseret ke luar, Bulelani yang tetap memaksa untuk masuk kerumahnya karena tidak memakai baju. Beberapa kali Bulelani yang mencoba untuk masuk kerumah namun dihalangi oleh polisi. Padahal saat itu sekitar lokasi kejadian yang terlihat banyak orang berkerumun.

“Dia mengatakan dia merasa malu dan tidak akan melupakan peristiwa tersebut,” tulis keterangan dalam unggahan @LudidiVelani.

Video tersebut yang kemudian ramai dibicarakan dan viral di media sosial. Polisi melakukan aksi tersebut mendapat kecaman dari masyarakat tak terkecuali Menteri Perumahan Afrika Selatan, Lindiwe Sisulu.

Warga yang Lagi Mandi Diseret Polisi, Dibiarkan Telanjang Bulat di Depan Umum
Warga yang Lagi Mandi Diseret Polisi, Dibiarkan Telanjang Bulat di Depan Umum

Lindiwe yang mengatakan jika aksi penggururan itu tak sangat manusiawi. Terlebih saat itu Bulelani yang mengaku sedang mandi namun tetap dipaksa meninggalkan gubuknya itu.

“Kami sangat mengecam suatu tindakan yang berusaha melecehkan seseorang seperti apa yang telah kami lihat,” kata Lindiwe, dikutip dari BBC Kamis (2/7/2020).

Sementara itu, Richard Bosman yakni kepala keselamatan dan keamanan Kota Cape Town pada 1 Juni lalu memberikan keterangan untuk menanggapi kejadian tersebut. Kabarnya keempat polisi itu mendapatkan sanksi berupa skors. Kini masa penangguhan mereka yang sedang di proses.

“Kami sedang memproses penangguhan 4 anggota staf yang terlibat dalam insiden itu, sambil menunggu hasil penyelidikan. Penangguhan ini juga untuk memastikan petugas tidak diserang saat bertugas,” kata Richard.

Richard merasa sangat kecewa dengan adanya peristiwa tersebut yang dilakukan oleh stafnya, sekaligus mereka merupakan oknum penegak hukum.

“Kami sedih dengan perilaku yang terekam dalam video, dan kami tidak memaafkan tindakan keras dan perilaku tak manusiawi oleh anggota staf kami,” lanjutnya.

Pemukiman di kawasan Khayelitsha itu memang sudah lama direncanakan akan segera digusur. Namun pemerintah Afrika Selatan yang diminta memperlihatkan nasib para warga, setidaknya memberikan hunian sementara.

Leave a Comment