Wew! Mahasiswa di Balik Viral Video 3 Siswi SMA Live IG Buka Bra

Seorang mahasiswa di Palangka Raya, Kalimantan Tengah harus berurusan dengan pihak berwajib, lantaran diduga menjadi penyebar video 3 siswi SMA membuka bra pada saat live di Instagram.

Pemuda berinisial KY (20) diyakini sebagai sosok di balik viralnya video vulgar para siswi.

“Pelaku KY merekam video melalui HP miliknya dan setelah itu disebarkan ke grup WA (WhatsApp) yang beranggotakan 28 orang,” kata Kapolresta Palangka Raya Kombes Dwi Tunggal Jaladri, pada Senin (11/05/2020).

Polisi menangkap KY di jalan G Obos, Gang Padi, Menteng, Jekan Raya, Kota Palangka Raya. KY dibawa ke Polresta Palangka Raya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dwi menyampaikan, KY mengaku pada penyidik kalau dirinya tidak dikenal dengan ketiga siswi tersebut. Dia bisa mereka video karena berteman di IG dengan salah satu mahasiswi yang membuka bra tersebut.

Dwi juga ada menjelaskan saat ini bahw KY yang masih berstatus dipriksa. Polisi juga tak melakukan penahanan terhadap mahasiswa itu.

“Untuk saat ini pelaku masih berstatus sebagai terperiksa dan dikenakan wajib lapor sementara kasus ini akan terus didalami,” kata Dwi.

Pada akhir April kemarin, Dwi yang memang mengaku akan mengembangkan perkara viral itu ke arah penyebar video. Untuk diketahui dalam hal ini, ketiga siswi yang melakukan perbuatan nekat dan tidak senonog sudah diamankan aparat.

“Iya (memburu pelaku yang menyebarkan video),” kata Dwi, lewat pesan singkat, Minggu (26/4).

Saat itu pihak Polresta Palangka Raya sudah meningkatkan kasus ini ketahap penyelidikan. Ketiga siswi itupun sudah ditetapan sebagai tersangka.

Namun, pada saat itu polisi masih mendalami apakah penyebar video itu mengenal ketiga siswi tersebut. Dwi mengatakan sudah ada petunjuk soal identitas pelaku penyebaran video itu.

“Masih dalam lidik (penyelidikan). Tapi sudah ada tanda-tanda (pelaku),” ujar dia.

Kasus ini bermula dari media sosial yang dihebohkan karena ketiga siswi tersebut  membuka pakaian dalamnya saat siaran langsung di Instagram. Ketiga siswi tersebut dijerat UU Pornografi dan UU ITE.

Polisi mengacu pada sistem peradilan anak dalam memproses tersangka, karena ketiga siswi yang masih berusia dibawah 17 tahun. Ketiganya tidak ditahan, tapi wajib lapor.

“Dia tidak ditahan, kalau anak di bawah umur kan tidak ditahan, dikenakan wajib lapor, tapi proses tetap berjalan,” kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan saat dihubungi, pada Jumat (24/04/2020).

Ketiganya diamankan dan dipulangkan kerumah orangtua masing-masing. Namun, kasus ini ditangani Polresta Palangka Raya karena video tersebut dibuat disalah satu kamar wisma di Palangka Raya.

Pada awal kasus ini, Kasat Reskrim Polres Pulang Pisang Iptu Jhon Digul Manra mengatakan bahwa ketiga siswi tersebut dalam pengaruh minumna keras saat membuat video siaran langsung. Aksi ketiganya itu tidak dilakukan karena ada transaksi ekonomi.

Dia juga mengatakan buka-bukaan tiga siswi saat live IG juga bukan kasus videocall sex. Sebab, saat live IG, pornoaksi yang dilakukan tidak dikhususkan kepada pihak tertentu.

“Mabuk saja. Lain, bukan phone sex. Soalnya dia itu live streaming gitu. Jadi penonton bebas yang berteman dengan dia (tidak khusus),” ujar Iptu Jhon saat dihubungi, pada Kamis (23/04/2020).

Leave a Comment